Gerlong Yang Penuh Kenangan

Gerlong (Geger Kalong) adalah sebuah daerah di kota Bandung, khususnya Bandung Utara yang dapat dikatakan masih berhawa sejuk, karena lokasinya yang berada di atas, hal ini bisa kita rasakan jika kita mulai masuk dari Jl Cipaganti – Jl Setiabudi jalannya menaanjaak… teruus…, ataupun bila kita mulai masuk dari Jl Pasir Kaliki – Jl Sukajadi – Jl. Setiabudi, pasti deh…!! dijamin jalannya nanjak terus…., Hidup Persib !!

 

Dengan kondisi geografis seperti yang saya sebutkan tadi maka tidak heran jika daerah Bandung Utara (diantaranya Gerlong) banyak didirikan Hotel-hotel maupun Apartemen ataupun wisma-wisma untuk tempat peristirahatan. Selain Gerlong, kawasan Bandung Utara lainya yang banyak didirikan tempat peristirahatan adalah Dago.

Dago.. gitu loh…

 

Selain Gerlong (Geger Kalong) dan Dago, sudah tentu….Lembang yang menjadi pilihan utama untuk beristirahat. Lembang…, selain menjadi tujuan utama orang-orang Jakarta yang ingin plesir di Bandung, juga menjadi tujuan orang Bandung sendiri jika ingin melepas lelah / kepenatan, terutama Sabtu – Minggu ramai sekali lalulintas ke arah Lembang.

 

Lembang masih di atas Dago dan Gerlong, lokasinya dari Gerlong terus naik ke atas, melewati Ledeng, sampai deh.. di Lembang..,disana kita bisa makan jagung bakar, sate kelinci, bandrek, bajigur, e te ce (etc) lah…

 

Kembali ke Gerlong (Geger Kalong), kenapa Gerlong memberikan kenangan bagi saya ?

Setiap minggu saya pulang ke Bandung, karena keluarga ada di Bandung. Sampai di Bandung pada Jum’at malam (bahkan Sabtu dinihari, jika ada jadwal ngajar) – Senin subuh berangkat kerja lagi ke Tangerang.

 

Diantara hal yang berkesan bagi saya adalah ketika turun dari bis di Pasir Koja (Holis) lanjut naik angkot jurusan Dago dan turun di pasar Ciroyom (walaupun sebenarnya kalau malam hari angkot Caringin – Dago itu tidak full sampai Dago, tetapi hanya sampai pasar Ciroyom saja).  Di pasar Ciroyom saya biasa beli sayur-sayuran (untuk lalapan), tempe, krupuk, bahkan kalau sedang musim buah-buahan, saya beli buah-buahan, nikmat..sekali…, Sabtu paginya di gorenglah tempe itu ditemani dengan lalapan sayur…,Alhamdulillah nikmat sekali…

 

Suasana pasar Ciroyom sudah sangat akrab dengan saya karena setiap minggu pasti saya lewat dan mampir di sana. Hiruk pikuk kesibukan orang di pasar waktu malam hari menjadi    daya tarik tersendiri bagi saya untuk turut serta ikut ambil bagian dalam kegiatan mereka, sehingga tidak jarang, setelah saya ‘belanja’ saya sempatkan makan bubur ayam atau indomie atau kupat tahu dulu di sana…minumnya teh hangat…., wuih…nikmaaat sekali..

 

Apalagi jika kita sampai pasar jam 03.30 wib pasti ketemu dengan ibu-ibu yang jualan jajanan pasar yang jenisnya macam-macam, saya sempatkan beli beberapa kue jajanan pasar di sana..seperti, tahu, gemblong, misro (amis di jero), bacang, cendil, e te ce (etc) lah…, nikmaaaat sekali…,.

 

Bersyukurlah kita yang masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengalami hal-hal ini, karena belum tentu setiap orang bisa mengalami hal seperti ini, terima kasih ya Allah.., karena ditengah perjuangan saya berpisah dengan keluarga, Engkau selipkan beberapa nikmat kepada hambamu ini, sehingga Engkau berikan satu peluang bagi hamba untuk menyatakan / merasakan syukur atas nikmat tersebut…

 

Setelah pasar Ciroyom, kenangan indah yang berikutnya adalah, jika Sabtu pagi saya selalu mengantar si Bungsu (Neng Geulis cantiknya..) jalan-jalan, karena setiap hari Sabtu TK At Taqwa KPAD Gerlong (Komplek Perumahan Angkatan Darat – tempat si Bungsu sekolah) libur, sehingga  saya bisa bersama-sama dengan ‘Neng Geulis cantiknya..’ main-main pada hari Sabtu dan Minggu-nya, sedangkan kakaknya (Fakhri dan Fairuz) pada hari Sabtu tetap masuk sekolah di SDPN Setiabudi – kampus UPI).

 

 

Tempat main favorit ‘Neng Geulis’ dan Bapaknya (he..he.., saya maksudnya..) diantaranya adalah di lapangan KPAD, kampus UPI – sekolah kakak-kakaknya, dan SMM (Super Mini Market) DT. Biasanya sebelum pergi ke tempat yang lain, pasti ‘Neng Geulis’ minta diantar ke SMM DT dulu, tebak hayo..kenapa..? cari aja jawabannya sendiri…he..he..

 

Siangnya, ketika kakak-kakaknya ‘Neng Geulis’ pulang sekolah, pasti deh… kita semua mau ke Café Badrun, biaasaa…. es campur dan bakso deh…tujuannya, kenapa Café Badrun ? soalnya muraah sich…,kualitasnya baik, bersih makanannya dan bersih pula orangnya…,sehingga kita yakin akan kebersihan semuanya, apalagi jika tiba waktu shalat, pasti deh..Cafe Badrun tutup, setelah itu baru deh buka lagi…, semoga Barokah..

 

Petang hari biasanya yang nomor 2 (Fairuz) ngajak main bola di lapangan KPAD, biasanya kita ber-empat : saya, anak yang paling besar (Fakhri), Fairuz, dan ‘Neng Geulis’ pergi ke lapangan KPAD, sedangkan ibunya anak-anak (mantan pacar saya) biasanya masih berada di kampus Dago. O iya….”Neng Geulis cantiknya ..” namanya siapa ya…? belum dikenaalkaan…, ini lho..nama saya Fakhira Ghina Annisa, kesenangan saya adalah membaca, belajar dan memasak, sama seperti Ummi Aku, senang belajar dan memasak….

 

 

Setelah main bola, kalau tidak cape, kita shalat maghrib di DT atau di masjid At Taqwa KPAD, seringnya sich di DT, karena anak-anak senang shalat di sana, karena suasananya waktu itu sangat meriah dan ramai, terutama hari Sabtu dan Minggu, sehingga usai shalat maghrib – sambil menunggu tibanya waktu shalat Isya, biasanya kita duduk-duduk di pelataran samping SMM sambil ngemil apa saja, nikmat sekali waktu itu…., kadangkala kita juga beli susu segar hangat rasa apa saja, coklat, strawberry, vanily, e te ce (etc) hmmm…….makan lagi – makan lagi…., memang rugi sich..kalau ke Bandung gak hunting makanan…,sayang n rugi gitu loh…..!!, makanya kadangkala teman-teman kantor banyak yang suka nitip belikan makanan kalau saya ke Bandung, kalau kebetulan bawa mobil sich..gak repot..,but.. kalau kebetulan naik bis, saya harus pegangin itu yang namanya Brownies dari Bandung ke Tangerang, sehingga gak bisa tidur (tapi gak apa-apa sich).

 

 

Karena pernah ada satu kasus di bis, ada penumpang yang bawa Brownies, disimpan di bagasi atas dalam bis, ketika sampai di tol cipularang… itu yang namanya Brownies jatuu…hh berantakan… (aya aya wae…), karena tol Cipularang itu khan landasanya dibuat bukan menggunakan aspal halus tapi masih menggunakan beton, sehingga kalau dilewati oleh kendaraan akan dirasakan kasar / besar guncangannya…., itulah sedikit cerita tentang tragedi Brownies ambruk…!!, he..he..he..

 

Kembali lagi ke Gerlong (Geger Kalong), hari Minggu pagi kalau kebetulan saya tidak capai sekali, saya mengantar Fakhri (Fakhri Abdullah Azzam) & Fairuz (Fairuz Hibatullah Akbar) latihan sepakbola di kampus UPI (SSB Bumi Siliwangi) mulai jam 07.00 wib s/d jam 10.00 wib, seperti biasanya kalau hari Minggu pagi suasana di lapangan BumSil (Bumi Siliwangi) selalu ramai dengan orang-orang yang berolahraga, baik didalam lapangan sepakbola UPI maupun area sekitarnya. Seperti biasanya berlaku istilah  ”ada gula ada semut…” ngerti khan artinya..? “tukang jualannya juga banyak !”, tapi tidak sebanyak Gabisu sich.., eh maaf maksudnya Gasibu.

 

Siangnya kalau lagi ada keperluan, kita pergi ke Griya Setiabudi, atapun Borma Setiabudi, bahkan ke Pasar Baru. Paling seneng kalau ke Pasar Baru naik mobil elf warna krem yang ruangannya terasa lega…,enak..gak panas.., saat ini di Bandung panas pisan euy…selain sudah banyak bangunannya, orangnya, e te ce (etc), juga sebagai dampak dari apa yang kata orang-orang bilang “Global Warming” (Pemanasan Global), awas ! bedakan yach dengan “Warming Up”, kalau “Warming Up”  itu adalah “Warming” di “Up-Up” artinya !, “Panas yang diangkat-angkat”  he..he..he.. ngawur bahasanya….

 

Yang benar istilah “Warming Up” itu adalah jika kita ingin main bola atau main volley, e te ce (etc), badannya harus panas dulu.., tidak boleh langsung main, khawatir badannya / ototnya sakit, karena badan / otot belum lentur, karenanya untuk melenturkan badan / otot kita harus melakukan gerakan-gerakan persiapan sebelum bermain bola atau main volley, e te ce (etc), dengan adanya gerakan-gerakan  persiapan tsb badan kita mulai terasa panas dan mengeluarkan keringat, dan badan / otot mulai lentur, kira-kira demikian mungkin penjelasan mengenai “Warming Up”..

 

Kembali lagi ke Gerlong (Geger Kalong), kenapa sich disebut Geger Kalong ? mungkin ceritanya begini…. Menurut shahibul hikayat, daerah Gerlong itu khan di atas (daerah tinggi) dan banyak pohon-pohon besar (hal ini bisa kita lihat di KPAD – Kompkek Perumahan Angkatan Darat), bisa kita lihat pohon-pohon besar itu di sepanjang sisi jalan komplek maupun disekitar lapangan KPAD, dan di pohon-pohon besar itu banyak bersarang para Kalong / Kelelawar yang kalau sedang berterbangan bersama-sama bisa menimbulkan Geger….(suara berisik / heboh), jadilah daerah itu disebut Gerlong = Geger Kalong = Rombongan Kalong-kalong yang menimbulkan suara heboh / geger / berisik), sehingga pada suatu acara yang diadakan di KPAD, pada pintu masuk utama KPAD dari arah Jl Geger Kalong Hilir, dipasang miniature patung Kalong Hitam yang cukup besar (aya aya wae….)

 

O iya ada dua cerita lagi yang menarik yaitu, cerita pada saat acara perpisahan sekolah (kelas 6) Fakhri & Fairuz di SDPN Setiabudi, dan acara Kreasi Seni di TK At Taqwa Fakhira, anak-anakku semuanya memberikan kejutan yang tidak disangka-sangka oleh ke-dua orang tuanya.

 

 

Saat acara perpisahan sekolah SDPN Setiabudi ternyata anakku Fakhri tampil ngisi acara dengan grup Band-nya, Fakhri pegang Bass (Bapaknya juga dulu waktu muda pegang Bass – bawakan lagu-lagu The Beatles), aku bingung… ini anak kapan belajar Bassnya…? Karena Gitar kenanganku masih ku simpan di rumah Jakarta…, belum dibawa ke Bandung…, oo.. ternyata info yang kudapat rupanya Fakhri belajar Bass bersama teman-teman sekolahnya usai pulang sekolah…

Nama lengkap Fakhri adalah “Fakhri Abdullah Azzam”.

 

Kekagetanku yang kedua adalah tentang Fairuz (adiknya Fakhri yang 1), ternyata Fairuz ikut tampil juga ngisi acara, yaitu bersama grup Angklungnya. Dalam formasi penampilannya, Fairuz berdiri pada deretan depan paling kiri, menggunakan baju berwarna kuning..

 

 

Khusus Fairuz, ia anak yang sangat berbakat seni, ia anaknya pendiam (seperti ibunya), sehingga waktu sekolah TK dulu mendapatkan julukan dari sekolahnya “Si Pendiam Yang Sabar..”. Jika Fairuz sedang menyanyi / bersenandung, pasti kita ingin ia mengulangi lagi lagunya, karena sangat menikmati suaranya yang pass banget….! (seperti iklan salah satu produk kopi, he..he..), selain itu, Fairuz sangat menyukai hal-hal kecil, rumit, dan mendetail, contohnya kalau bermain pasti mainannya itu memiliki sistem kerja yang rumit, ia perhatikan sistem kerjanya bagaimana, dan lain sebagainya, sehingga diantara ke-3 anakku ini, Fairuz-lah yang mainannya paling banyak.

Nama lengkap Fairuz adalah “Fairuz Hibatullah Akbar”.

 

 Cerita satu lagi adalah pada acara kreasi seni sekolah TK At Taqwa Fakhira, kejutan itu aku alami lagi ketika ada acara “Pagelaran Busana Muslimah”. Eh..ternyata ‘Neng Geulis Cantiknya..” ini ikut ambil bagian sebagai peserta pada pagelaran busana ini. Aku dan Istriku sungguh sangat kaget dan tidak menduga jika ‘Neng Geulis Cantiknya..” berani tampil di panggung, karena yang kami tahu jika disekolah, Fakhira ini sepertinya pemalu dan pendiam, gurunya-pun bilang seperti itu, tetapi pada hari itu Aku dan Istriku sungguh kaget sekali dengan penampilan Fakhira di panggung itu…

Nama lengkap Fakhira adalah “Fakhira Ghina Annisa”.

 

 

Demikianlah… sedikit cerita tentang kenangan kami di Gerlong (Geger Kalong), karena pada saat ini kami sudah meninggalkan Gerlong (Geger Kalong), pindah ke daerah Bandung bagian Timur, untuk mendekati sekolahnya anak-anak yang baru agar tidak jauh dari rumah.  Si Bungsu ‘Neng Geulis cantiknya..’ sudah kelas 1 SD, Fairuz kakaknya sudah kelas 5 SD, kakaknya yang paling besar yaitu Fakhri sudah kelas 1 SMP.

 

Salam…..untuk Gerlong Yang Penuh Kenangan….

 

April 2008

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s